Halaman

Sabtu, 21 April 2012

Evaluasi Batu Koral...


Alooww sahabat...pha kabar lagi ?? Udah mo menuju Mei 2012...udara untuk kesekian hari ini bener-bener bikin gerah, panasnya udah tingkat dewa...red:lebayy hehehe!! Jadi males mo kemana-mana, buatku gak ada tempat paling enak kecuali dikamar, ngidupin AC, dengerin musik-musik melow-nya Daniel Sahuleka...trus ngetik note buat blog. Udah kebiasaan sih kalo pas nggak ada kerjaan sambil berpikir tentang apa-apa saja yang udah aku lakuin selama ini, apakah udah ada langkah maju atau malah mengalami kemunduran. Karena yang jelas banyak sekali hal-hal plus dan minus yang aku lakuin selama ini. And i think...aku masih harus terus berikhtiar untuk jauh menjadi lebih baik lagi.

Tobe honest, meski sedikit kesel udah hampir 1 tahun ini aku lebih banyak mendapat ujian luar dalam. Huftt ...coba betah-betahin dan berusaha untuk menata dan memberi  jauh lebih baik lagi. Shit...sulit bangetttt!!! Belum lagi aku masih harus berpikir keras untuk anak-anak yatimku, Ya Rabb...jahat banget aku udah menelantarkan mereka beberapa bulan ini.  Jujur udah hampir satu tahun ini aku gampang sekali sensi menanggapi sekelilingku, dan gak tahu harus marah sama siapa? Aku marah karena situasi sulit untuk sekedar ngelepasin beberapa asetku di Bali, kenapa sih susah banget?, disaat satu hal mulai lancar, aku sendiri mesti harus terkapar, kenapa orang lain bisa semudah itu, sedang aku belum?? Nada, Enver, Edsel dan anak-anak yatimku yang lain masiih sangat membutuhkanku. Sejuta pertanyaan menghinggapiku...sampai satu hari di acara metro tv chanel KickAndy yang aku tonton tentang ketangguhan seorang ibu muda yang sudah hampir 20 tahun lebih menjadi pemanjat kelapa dengan tinggi pohon hampir 10-20 meter lebih, yang hampir tiap hari dia lakukan sekedar untuk memberi penghidupan yang layak untuk anak-anaknya, bahkan tetap dia lakukan pada saat dia hamil 9 bulan sekalipun...dan ibu muda itu melakukannya dengan senyum ke ikhlasan tanpa menghitung-hitung sudah berapa kali dia jatuh dari pohon sampai jari dikakinya sempat patah...sampai saat ini dia masih melakukannya, dia teramat bersyukur dengan apa yang Rabbi sudah berikan...!! Allahuakbar...

Dan aku sendiri semakin menyadari betapa brengseknya aku, yang cuman bisa ngomel, Dan sepertinya makin banyak aku menulis, niatku untuk complain sama Rabbi...kok makin lama aku malah makin malu...! Sejenak aku berhenti dan aku coba untuk meng evaluasi diri dengan sedikit bereksperimen...

Batu koral ....ya batu koral yang aku tumpahkan dalam gelas yang aku miliki ternyata masih banyak sisi ruang lain yang belum aku penuhi, dan benar  gelasku belum juga penuh!!  mungkin aku harus isi kembali  dengan pasir halus untuk menutupinya...aku goncangkan gelas  untuk mengisi sisi ruang kosong lainnya, masih juga belum penuh...lalu aku tuangkan secangkir kopi yang dari tadi aku minum dan gelas itu kini benar-benar penuh!!

Bingung sobat...nggak ya??!!! Mari aku beri pengertian sederhananya...

 Alhamdulillah...evaluasi dari Rabbi yang kini telah memberiku jawaban bahwa, batu koral itu adalah satu hal penting tentang Rabbi, keluarga, kesehatan, pekerjaan dan lain-lainnya yang jika hal-hal tersebut itu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupku masih tetap penuh. Sedang pasir adalah hal-hal sepele, yang kalo seandainya aku balik dengan mengisi gelas itu terlebih dahulu dengan pasir, maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral itu. Hal sama akan terjadi pada hidupku, jika aku harus habiskan dengan hal-hal yang sepele, aku mungkin tidak akan punya ruang hal penting untuk semua. Mungkin benar aku kurang dalam berdoa lagi pada Rabbi, kurang perhatian dengan kebahagianku sendiri, bermain dengan anak-anakku, check up kesehatanku...aku kurang memberikan perhatian pada batu-batu koral itu!! Hal penting untuk mengatur prioritasku, selanjutnya baru mengurus pasir itu. Sedang segelas kopi di isian terakhir gelasku...itu menunjukkan sekalipun hidup kita sudah penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sabahat (silaturahmi)!!

Selama ini aku salah dalam mengatur gelas dalam diriku...semua serba acak, sampai aku bingung harus memulai dan mengakhirinya darimana. Aku terlalu sombong mengandalkan akalku bahwa perhitungan matematika dalam hidup ini selalu benar, tapi hidup bukan matematika karena ada Rabbi yang memiliki segalanya. Rabbi yang memiliki hak kuasa untuk menentukan apa yang terbaik untuk kita dan kita cukup tanpa henti untuk selalu beriktiar melakoninya...dengan ikhlas, fokus dan senyum penuh semangat...seperti ibu muda pemanjat pohon kelapa!!

Thanks Ya Rabb!!!

Kamis, 19 April 2012

Cantik?

Huftt...siang ini teramat terik tanah dewata, pulang berolah raga sesekali diperjalanan lirak lirik cari es degan ngelepasin haus yang udah menguras habis tenaga di gym tadi. Seger banget rasanya, dan ternyata aku temukan dipojokan Depo Mitra10 arah putar menuju rumah. Aku pesan 2500 perak segelasnya....basah sela-sela tenggorokanku...Alhamdulillah!! Sesaat hening ku rasa, mata tetap menerawang dalam diiringi degup jantung yang masih belum reda terpacu. Dan mulai otakku nakal menganalisa hal-hal yang mungkin gak penting-penting amat buat dipikirkan, namanya juga iseng, jadi kalo kalian baca coretanku ini gak usah dalem-dalem juga menganalisanya ya....for fun aja!

Bicara tentang... Kebenaran, Kebaikan, dan Keindahan selalu menjadi tiga hal yang membingungkankuAku pribadi dan otomatis semua orang suka akan sebuah kebenaran, kebaikan, keindahan, tapi coba sesekali kita tanyakan jauh dalam diri kita masing-masing apa sejatinya yang benar, yang baik, yang indah itu?. Kalo aku menjawab sih, kebenaran adalah yang logis, kebaikan adalah yang etis, keindahan adalah yang estetis? Namun, apakah logis, estetis, etis? Beghh...Pertanyaan-pertanyaan turunan dari tiga hal tadi malah bikin aku tambah bingung lagigak peduli udah begitu lamanya aku bahkan kita semua berkutat dengan hal-hal tadi dan melimpahnya informasi. dari kebenaran, apa itu keadilan? Apa agama benar? Apakah sains mutlak? Dari kebaikan, apakah tindakan saya memberi pengamen di jalan itu baik? Apakah bermasturbasi itu jahat, padahal tak ada seorang pun yang dirugikan? Mana yang lebih jahat, berzina suka-sama-suka atau korupsi? Dari keindahan, orang telanjang, seni atau pornoaksi? Bisakah ceceran darah dan kekerasan sekaligus juga indah dan menggetarkan?. Hihihi....bingungkan....sama aku juga!!!

But now, Aku gak mo ngomingin itu, Aku mo bicara tentang yang enteng-enteng aja, yang gak akan pernah habisnya untuk dibahas, so bagi yang masih merasa laki-laki normal suka akan hal ini. Meski masih ada keterkaitan dengan yang aku pikirkan sebelumnya. Tentang turunan dari suatu keindahan: kecantikan. So...Apa itu cantik?

Kalo aku tarik kesimpulan hampir sebagian atau bahkan kebanyakan media, termasuk sebagian dari kita, mendefinisikan kecantikan seperti ini : mmm... putih, tinggi, langsing, hidung mancung, rambut lurus atau sedikit ikal, tulang pipi wajah proporsional (ada juga beberapa anomali, tetapi ini debatable, tak berlaku umum. Contoh, apakah Naomi, supermodel kulit hitam itu, cantik?). Lalu coba kita bikin pengelompokan. Kristen Stewart, Scarlett Johansson, Aishwarya Rai, Angelina Jolie, Mariana Renata, Dian Sastro, Luna Maya, Kamidia Radisti itu cantik, sementara Tika Panggabean, Omas, Mpok Nori itu “kurang cantik”. Di suatu kelompok atau komunitas, misalnya, si Fulanah, Fulanih, Fulanoh itu kita anggap paling cantik di antara sesamanya. Benarkah itu?

Trus coba lebih dalam lagi...mmm apakah kata orang Papua atau orang-orang hutan Amazon, yang tak pernah bertemu peradaban modern dan masih menjadi obyek kajian antropologi, mereka-mereka yang dianggap media cantik, akan tetap cantik? Cantik mana, bila dibandingkan dengan wanita ras negroid yang sehari-hari mereka temui, yang masih telanjang dada, berkulit hitam, berambut keriting?

Aku gak pernah tahu. Tapi aku bisa yakin, kalau saja mereka kelak punya akses pada televisi, mereka akan ikut bilang: Megan Fox adalah orang paling cantik sedunia!

Yup... cantik adalah komoditas, dan tak luput dari rengkuhan kapitalisme. Cantik juga ditentukan kekuasaan : kekuasaan media, kekuasaan alat-alat pembiak informasi umum, yang lalu merasuk kepada kesadaran publik, termasuk juga kepada aku sendiri dan kalian semua.

Sekarang, aku setuju saja kalau ada yang bilang Amy Adams itu cantik. Bagaimana dengan inner beauty? Kalau aku sedang sinis, atau berpikiran negatif, aku curiga itu cuma penghiburan untuk yang kurang cantik. Atau, untuk yang cantik, sekedar upaya menunjukkan bahwa ia lebih dari itu (lebih dari yang serba fisik), ia menghargai juga kecantikan hati, hingga kita berpersepsi : ia rendah hati. Namun tentu saja bukannya tak ada yang namanya “kecantikan hati” tadi, dan bukannya aku gak menghargai. Hanya aku, itu bukan pembahasan kali ini. Dalam filsafat pun, itu adalah permasalahan etika, sedangkan kita sedang mencoba membahas tentang estetika.

Balik lagi ke yang tadi…Kecantikan itu dikonstruksikan. Dirancang, disebarkan pada umum, hingga menjadi ingatan kolektif dalam masyarakat. Tentu saja mempropagandakan bahwa si ini cantik tak sevulgar seperti propaganda partai ini baik. (Propagandanya) Berjalan sangat halus, dari sebuah “penguasa” yang memiliki definisi tertentu tentang kecantikan. Karena mereka berkuasa, manusia-manusia yang menurut sang penguasa tadi cantik yang memiliki paling banyak akses ke publik. Maka, akhirnya terjadilah penerimaan publik. Benar, kita bersepakat bahwa Reva S Temat itu cantik.

Dalam dunia kita, sekarang dan sejak dulu, “penguasa”-nya adalah ras kaukasoid. Maka yang diterima umum sebagai yang cantik pun kecantikan khas kaukasoid: tinggi, langsing, putih, pirang, berhidung mancung, lurus/ikal sedikit. Karena tak semua ras punya akses untuk menjadi secantik orang kaukasoid (orang melayu, misalnya, susah sekali punya rambut blonde kecuali yang albino!), ada juga varian-varian dari yang cantik, tapi tetap ada jejak kaukasoidnya. Dian Sastro tidak pirang atau tinggi, tetapi putih bersih dan berhidung mancung. Beyonce Knowles, yang menurut banyak orang adalah wanita kulit hitam paling cantik, juga memiliki jejak kecantikan kaukasoid itu.

Ini juga dimanfaatkan oleh para pemilik modal. Maka, lakulah produk pemutih, peninggi badan, salon pelurus rambut, atau bedah plastik. Di kota-kota besar, makin bertebaranlah orang-orang cantik, atau orang yang tiba-tiba menjadi cantik.

Akhirnya, kecantikan itu diseragamkan, dan yang tak mau patuh atau yang tak mampu patuh harus menerima kenyataan dikelompokkan sebagai buruk rupa. Karena proses sosialisasi kecantikan itu pun menyentuh seluruh jenis kelamin, termasuk pria, dan kebanyakan pria mementingkan yang serba fisik, maka in a very looooonnnggggg run, yang tidak cantik akan punah. Ia tidak mendapat jodoh, tak bisa menikah dan bereproduksi, dan tak bisa melahirkan anak-anak yang mirip seperti dirinya. Dengan kemajuan rekayasa genetis sekarang, yang kurang cantik namun mampu bertahan mungkin juga akan merekayasa gennya agar bisa cantik, minimal buat anaknya. Tidak adil buat para wanita? Ah, sama aja buat cowok juga. Dengan makin mandirinya wanita memilih, konsep kecantikan juga bisa dengan mudah digantikan dengan “kegantengan”. Pria-pria kurang ganteng juga akan punah.

Kejam? Kalau kalian seorang Darwinian, inilah hidup kawan! Inilah seleksi alam. Maka jadilah cantik. Atau tetap ingin punah? (ampun dah...!!)

Repot, hidup dalam kuasa penguasa yang serakah dan cengkraman kapitalisme. Di era globalisasi lagi.

Ide hanya bisa dilawan dengan ide. Apa ide kecantikan menurut kita? Kalau masih manut aja sama dengan yang “cantik” menurut umum, ya ndak apa-apa juga. Itu pilihan kalian. Tapi kalau punya ide lain, apalagi jadi mampu dominan, itu bagus. Karena sudah lama mereka-mereka para “penguasa” itu sendirian.

Jadi, apakah yang tadi dijelaskan itu cantik? Apakah itu kecantikan? Terserah kalian!

Kalau aku ditanya, yang cantik itu yang gimana? Aku akan jawab,“Aku gak ngerti”. Nanti, kalau udah ketemu dan aku menyerah, aku akan jawab: oh, yang ini yang benar, ini yang baik, ini yang indah. Dan yang seperti inilah yang cantik!

Tapi jujur aku sepakat dengan diriku sendiri....kalau istriku Hanny itu cantik, ibuku Umi cantik, anak gadisku Nada cantik, sahabat-sahabatku yang cewek juga cantik..., dengan catatan yang masuk dalam kategori kaukasoid. Hahaha....narsis abiss!!

Dasar kurang kerjaan, perut udah penuh dengan es degan habis 2 gelas, pikiran udah ngelantur kemana-mana...mmm penting gak sih tulisan ini??? Terserah kalian.....

Selasa, 17 April 2012

Pria Menangis...

Lumayan lama jeda aku berhenti menulis, pusing mikir kerjaan yang belum kelar dan entah sampai mana ujung pangkalnya akan berakhir. Belum lagi urusan hati...mmm kangen jagoan-jagoan kecil di jawa tengah, belon lagi gadis kecilku yang di jawa timur....hufftttt !! Susahnya cari duit...:) meski penat harus tersembunyi, dan keringat harus jadi embun sejuk buat penguat bibir untuk selalu tersenyum...semoga tetap menjadi dasar ibadah. Amienn!!

Now... sekedar ingin membuat coretan kecil tentang “wanita” ku...dan mungkin juga untuk wanita-wanita lain disana semoga bisa memberi manfaat dan arti lebih untuk kita bersama, untuk bisa saling menghargai dan menjaga satu sama lain.

Mmmm...“wanita”...pernah nggak kamu tahu bahwa pria ini sesungguhnya lebih sering “menangis”?. Sebenarnya tangis  pria itu selalu  tersembunyi dalam kekuatan akalnya,  itu sebab kenapa Rabbi menyebutkan bahwa pria memiliki kekuatan akal 2 kali lipat dibanding akal wanita! Dan itu sebabnya pula, wanita tidak pernah melihatnya melainkan hanya ketegarannya, pria menangis karena beban dan tanggung jawabnya yang besar kepada Rabbi. Karena pria harus menjadi tonggak penyangga rumah tangganya, menjadi pengawal bagi ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya. Tangis itu terlalu bening dan hening sehingga kalian wanita tak mampu melihat keluh kesah dilisannya. Engkau sendiri gak akan pernah dengar  tangisnya pada omelan-omelan dibibirnya. Gak akan pernah nampak tangis pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele.

Tangis pria itu berupa keringat yang menetes demi menafkahi keluarganya agar tidak kelaparan dan selalu merasa cukup. Pria menangis dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, derasnya hujan dan dinginnya angin malam. Pria menangis dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat. Pria menangis dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari. Pria menangis dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rizki. Pria menangis dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istrinya. Pria menangis dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya.

Namun....

Sungguh pria itu benar-benar menangis dengan air matanya. Dikesendiriannya menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Rabbi. Tak ada salahnya jika engkau wanita,coba... pandanglah dia priamu, pandanglah dia ayahmu, pandanglah dia kakakmu, pandanglah dia...suamimu. Bahwa sesungguhnya surga Rabbi didalam keridhaan mereka.

Perjalananku sampai saat ini masih penuh dengan ujian-ujian dari Nya, dari engkau wanita aku berharap engkau akan memahaminya...bantu aku untuk mewujudkan itu semua!


Catatan kecil untuk wanita :) love u :IwanS

Kamis, 10 November 2011

11 November

Menulis segala hal yang terlintas di kepala. Berbicara dalam takaran yang aku bisa. Sesaat setelah kubersujud didepan-Nya, mensyukuri nikmat yang di berikan-Nya hari ini.

36 tahun…aku adalah manusia biasa yang gemar belajar. Aku suka mempelajari hal apa saja yang aku suka termasuk sesuatu yang menurut orang lain aneh atau asing bagi mereka aku gak peduli selama itu tidak bertentangan dengan apa yang aku anut dan sesuai dengan prinsip hidupku. Aku terbiasa menentukan pilihan sendiri, mengurus diri sendiri, dan memutuskan segala hal tentang diri sendiri, tanpa punya maksud mengesampingkan arti seorang istri disampingku…karena jelasnya istri buatku adalah segalanya.

36 tahun…kesekian kalinya aku sampaikan thanks teramat sangat buat istriku…yang udah sekian tahun lamanya menemaniku, ngertiin kebandelanku untuk terus selalu bereksperimen dlm hidup yg kadang mungkin buat sebagian orang jengkelin karena manuver2 hidup yang kadang sesekali bikin hati meringis …seperti sahabatku bilang sok dramatis dlm hidup!! Gak lepas dari itu semua thanks berat juga buat sahabat2 terbaikku, teman2ku di SMADA, temen sepermainan di Bondowoso, teman dan sahabat2 di Bali, Surabaya, Jepara, Jakarta, Spain, Aus, Amrik semua dech…udah mengisi hari2 ku slama ini penuh arti, anyway bagi yang lain, yang marah denganku…yang benci sikapku…aku cuman mau bilang, “maaf kalo aku berlebihan…sok tahu…nyolot kadang bikin jengkel kamu semua”!!

36 tahun sudah seorang Iwan diberi nikmat,
Sebuah kehidupan yang tiada tara indahnya
Indah untuk merintis tujuan….
Indah untuk menyelesaikan masalah….
Indah untuk memberi kebaikan dan berbagi kepada orang lain….
Indah untuk mempelajari hal baru….
Indah untuk memberi senyum…
dan indah untuk menikmati hari ini…

36 tahun …dibilangan umur yang baru ini, aku menyadari bahwa pada saat-saat tertentu Rabbi menggunakan cara-cara yang unik untuk mendidik ku. Rabbi memberi ku kekuatan… dengan cara memberi kesulitan-kesulitan untuk membuat aku tegar. Rabbi memberiku kebijakan… dengan cara memberi berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar aku bertambah bijaksana. Rabbi memberi ku kemakmuran… dengan cara memberi otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran. Rabbi memberi ku keteguhan hati… dengan cara memberi bencana dan bahaya untuk diatasi. Rabbi memberi ku cinta… dengan cara memberiku orang2 bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai. Rabbi memberi ku kemurahan kebaikan hati… dengan cara memberi ku kesempatan2 yang silih berganti. Semoga dengan ini semua aku makin mengerti , sehingga apapun yang terjadi, aku terus dapat tersenyum dan mengucapkan “Alhamdulillah” di hati dan di bibir ku.
36 tahun…makna lain ulang tahunku adalah menjadi semakin marvelous, memiliki kekuatan batin untuk berbuat baik terhadap sesama, lebih mengerti daripada dimengerti, berbagi semangat dan antusiasme untuk menjadikan dunia lebih baik, dan akhirnya selalu merasa terberkahi dan bersyukur atas apapun yang terjadi pada diri. Yah bagiku hari esok harus lebih baik dan semakin baik dari sebelumnya.
Terberkahi! Ya... ulang tahun yang terberkahi & diberkahi oleh ALLAH SWT !
Aku menyukai kata ini, selaras dengan apa yang kurasakan akan anugerah dan berkah yang kudapat selama ini. Seringkali aku merasa mendapat miracles, keajaiban-keajaiban kecil yang tiba-tiba datang begitu saja.
Kemudian, membuatku semakin merasa betapa baiknya Rabbi kepadaku. Memberi banyak hal, terus memberi, sementara terkadang aku lupa dan lalai menjalankan kewajibanku padaNya.
Seorang sahabat baikku dari Bondowoso mengirim sms. Isinya mengingatkanku untuk semakin banyak mengingat NYA mengingat dosa-dosa & kekhilafan sejalan dengan semakin berkurangnya persedian umurku.
Aku membalasnya sejalan dengan bertambahnya usia, aku ingin semakin banyak bersyukur kepada Rabbi !. Aku tersenyum karena merasa begitu bersyukur terhadap apa yang telah kuperoleh selama ini, berpuluh tahun sudah. Yah biarkan aku selalu tetap merasa terberkahi dan diberkahi olah NYA.
Terima kasih untuk semua yang telah memberi warna buat hidup seorang Iwan….siapapun itu!! Semoga Rabbi akan selalu memberi kita semua kesehatan, umur panjang yg bermanfaat dan keberkahan dalam hidup. Amieeeen.

Coretan kecil : 11 November 2011, 04.00 wita
IwanS

Selasa, 08 November 2011

Hitam dan Putih


Karena dalam hidup ada hitam dan putih, itu update status yang aku buat di social network yang aku miliki. Ya hitam putih, baik buruk, malam siang, tampan cantik, tinggi rendah, besar kecil,laki2 wanita….juga salah dan benar. Dan bicara salah benar setiap orang tahu pada dasarnya, seperti halnya tauladan jika benar harus diikuti sedang kalo salah dijauhi atau tidak dilakukan. Karena biasanya kalo orang benar mereka berani, sebaliknya jika mereka salah justru rasa takut yang akan terus menyelimutinya.

Sadar dengan benar dan salah dalam diri, bila dihayati dan dipegang teguh sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk mengatur dan membereskan kehidupan ini. Seperti layaknya rizki dari Rabbi, salah dan benar tidak akan tertukar dalam kehidupan kita. Tapi lucunya saat ini justru sebaliknya, mengapa banyak orang yang takut padahal dia benar, dan banyak orang berani bahkan ngotot padahal dia salah? Apakah karena yang benar itu penakut dan yang salah itu nekad juga konyol? Sobat tahu ….? Karena inti permasalahnya kita tidak bisa menyadari bahwa posisi kita benar atau salah, so persoalannya adalah “kesadaran”. Ketika orang yang benar tapi takut benar-benar disadarkan bahwa ia benar, ia akan berubah seketika menjadi pemberani. Sebaliknya, orang yang salah, bila benar-benar disadarkan tentang kesalahannya, ia akan takut, hilang keberaniannya dan menyesali diri. Disini diperlukan orang ketiga yang bisa menyadarkan siapa saja bahwa ia benar atau salah. Orang ketiga bisa siapa saja, syaratnya hanya satu doang kok…. memiliki kesadaran kebenaran yang lebih tinggi di atas orang kebanyakan. Dia layaknya hakim, tapi tidak ada kaitannya dengan posisi dan jabatan apapun.

Orang seperti itulah yang sangat kita perlukan saat ini, siapapun, dimanapun dan kapanpun. Dalam agama mereka adalah para nabi. Dalam kehidupan biasa adalah siapa saja yang hidupnya lurus, hatinya bersih, berfikirnya tajam dan jernih, penasehat yang tanpa pamrih. Adakah orang-orang seperti ini di sekitar kita? Bila ada, ia harus didekati, dijaga, dipelihara dan diminta nasehat-nasehatnya. Bila perlu dijamin hidupnya. Orang seperti ini adalah para nabi yang tidak formal, utusan Tuhan yang tersembunyi.

Apakah kita harus selalu tergantung pada orang-orang istimewa seperti itu? Tidak perlu juga!. Tapi kita harus mau melakukan satu hal, membereskan diri kita masing-masing agar hidup benar, berkata benar, melangkah benar, berniat benar, bertujuan benar dan seterusnya dalam hal apapun. Jangan dibuka peluang dalam diri kita melakukan kesalahan apapun. Bila itu kita coba lakukan, kekuatan kebenaran itu akan muncul dalam diri, akan menguat dan kita lah yang akan menjadi obor-obor kebenaran. Kekuatan kebenaran kita akan menjadi radio aktif bagi orang lain. Semakin banyak obor semakin terang dunia ini, semakin lenyap kegelapan, semakin beres kehidupan! Bila masing-masing diri sudah menemukan hakikat kebenaran, kita tak akan pernah lagi menyalahkan orang! Karena dalam dirilah sumber semua masalah. Wallahu ‘alam

Karena dalam hidup ada “hitam dan putih”


Catatan Kecil : Untuk sahabat…salam hormat keluarga besar RwaBhineda
IwanS

Sabtu, 05 November 2011

Ibu Rumah Tangga

Mantap rasanya kalo mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama dan telah bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit dengan gaji yang menggiurkan setiap bulannya, belum lagi kalo pas ada penugasan sampai keluar kota atau keluar negeri dari perusahaan…mmm lengkap sudah dari wanita semacam ini, seolah tercermin seorang wanita sukses, tapi apakah benar semua itu demikian...is it right ?

Kebanyakan orang mungkin beranggapan bahwa sukses lebih dinilai dari sebatas materi yang diperoleh, sedang sebaliknya… akan dianggap remeh. Cara pandang seperti ini membuat banyak wanita muslimah bergeser dari fitrahnya sebagai seorang wanita. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya wanita tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang saatnya wanita menunjukkan eksistensi diri di luar. Menggambarkan seolah-olah tinggal di rumah menjadi seorang ibu adalah hal yang rendah!! Oh…come on !!??

Seringkali kita dapati ketika seorang ibu rumah tangga ditanya teman lama “Sekarang kerja dimana?” rasanya terasa berat untuk menjawab, berusaha mengalihkan pembicaraan atau menjawab dengan suara lirih sambil tertunduk “Saya adalah ibu rumah tangga”. Rasanya malu! Apalagi jika teman lama yang menanyakan itu “sukses” berkarir di sebuah perusahaan besar. Atau kita bisa dapati ketika ada seorang muslimah lulusan sebuah universitas ternama, hendak berkhidmat di rumah menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak, dia harus berhadapan dengan “nasehat” dari bapak dan ibu tercintanya: “Putriku! Kamu kan sudah sarjana, Sayang kalau cuma di rumah saja ngurus suami dan anak.” Padahal, putri tercintanya hendak berkhidmat dengan sesuatu yang mulia, yaitu sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya. Disana ia ingin mencari surga.

Di awal pernikahan seorang wanita menganggap pekerjaan rumah tangga hanyalah pekerjaan sederhana, karena bukankah menjadi ibu rumah tangga adalah fitrah wanita ? tetapi sebenarnya kehidupan rumah tangga, adalah pekerjaan yang sangat rumit. Seorang ibu tidak memiliki jam kerja tertentu artinya, tugasnya di mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, bahkan menjadi ibu rumah tangga, berarti banyak belajar, seperti belajar manajemen, baik manajemen rumah tangga, manajemen keuangan sampai manajemen qolbu. Lalu belajar pembukuan, dimana seorang ibu akan dihadapkan untuk mengatur keuangan keluarga, karena penghasilan suami untuk saat ini masih belum normal. Dan kemudian belajar psikologi, baik psikologi anak maupun psikologi umum…mmm…lengkapkan J

So sekedar mengingatkan buat para ibu jangan pernah ada pikiran jahil sambil berhitung, berapa gajiku seharusnya atas tugasku ini ? Seorang wanita adalah ratu rumah tangga sekaligus pembantu, seorang wanita adalah manajer merangkap baby sitter, seorang wanita adalah akuntan dan konsultan seorang suami, seorang wanita adalah pendidik sekaligus tukang ketik, penggagas sekaligus tukang pangkas, dan seorang wanita juga seorang pengobat sekaligus perawat, seorang wanita juga actor bagi anak2nya takkala menggambarkan berbagai macam watak yang ada dalam cerita yang sedang dibaca.

Seorang ekonom Pakistan Mahbub Junaidi berkata “ jika seorang ibu rumah tangga meminta di berikan gaji, maka nilainya adalah satu milyar dollar pertahun. Sebuah nilai yang besar untuk budget sebuah negara, syukurlah ibu2 rumah tangga memberikan tenaganya dengan cinta maka tak perlu memusingkan negara bukan ?

Aku bangga, bersyukur dan berterima kasih dengan wanita yang mau dan sanggup bersusah payah menjalani karir rumah tangganya, walau selalu di remehkan dan jarang mendapat pengakuan yang layak! Hanya karena wanita tersebut mencintai suami dan anak2nya yang di amanahkan Rabbi padanya. Dan yang lebih penting dari semua itu engkau para istri, para ibu ….sesungguhnya engkau telah memiliki cinta Rabbi lebih dari ciptaanNya yang lain. Allohu rabbul’alamin.

Salam hormatku buat ibu2 rumah tangga sejati. Karier mu sangat penting, dalam mempersiapkan generasi rabbani. Dan gajimu, InsyaAllah kehidupan hakiki surgawi.

Aku berharap coretan ini bisa menjadi inspirasi untuk para wanita “ibu rumah tangga”. Banggalah dengan apa yang menjadi tanggung jawabmu sekarang…karena Rabbi sangat mencintai ummat Nya yang mau berserah diri dijalan Nya.


Catatan kecil : Dari sahabat untuk istriku tercinta...dan para wanita muslimah
IwanS


Nb :

Please jangan salah mengartikan catatanku ini, tanpa punya maksud mengecilkan atau mendiskriditkan arti seorang wanita karir yang sebenarnya, buatku wanita karir tetaplah suatu diffrential lebih dari seorang wanita, dan saya bangga pernah memilikinya dulu… karena istriku sendiri pernah bekerja dan menjabat disebuah perusahaan dengan salary lebih dari penghasilanku pertama kali di BUMN dulu dan dia seorang Sarjana dengan 2 gelar kesarjanaan (ekonomi dan komputer) dibanding aku yang cuman lulusan SMA….hikss!!. Meski saat ini istriku memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, menjaga n merawat anak2ku…mendampingi aku dan lain sebagainya dirumah….aku tidak pernah memberinya sekat keterbatasan karena kebebasan bersikap selalu aku berikan, buatku…seorang wanita bekerja atau tidak, itu sudah memberikan arti lebih buat keluarga…karena peran yang dimiliki seorang wanita seperti yang aku jelaskan diartikel tentang “Ibu Rumah Tangga” itu. Sejauh seorang suami sudah bisa bertanggung jawab dan memenuhi apa yang dibutuhkan dalam rumah tangganya…kenapa tidak jika seorang istri kembali pada fitrahnya. Makan sama sepiring kok…!!! Terkecuali jika berkeinginan lebih dari hanya sepiring nasi…J move on !!! (coba baca artikelku “Lebih Keras Lagi”)

Rabu, 19 Oktober 2011

Lebih Keras Lagi ...

19 Oktober 2011 baru selesai sholat Maghrib, ngidupin AC kamar karena berasa bener2 gila, cuaca bali saat ini sangat panas sekali. Masih dengan sejadah tergerai sambil sekalian nunggu Isya’ datang, bercengkrama aku mengadu pada Rabbi setelah seharian berkutat dengan masalah duniawi…hufttt capek tapi semua emang harus dijalani. Karena hidup emang perjuangan… :), terasa nikmat bila bisa memberikan sesuatu yang berarti buat keluarga dan orang lain.

Masih ingat dengan tautan artikel yang pernah dikirim sahabat ke emailku beberapa waktu lalu, selonjor aku diatas sajadah sambil aku buka BB-ku. Aku baca kembali email yang dia kirim, di berikannya aku sebuah kuis renungan… yang isinya :

Allah ciptakan tertawa dan ….. ?
Allah itu mematikan dan …..?
Allah ciptakan pria dan …..?
Allah memberikan kekayaan dan ….?

Sesaat aku berpikir remeh dengan semua pertanyaan ini, dan coba aku isi jawabannya satu persatu dalam benakku… dan tahu sendiri jawabnya??!! Aku salah dalam mengisi semua pertanyaan itu meski tidak semua :( than aku coba koreksi dengan jawaban yang sudah ada, yang membuatku tersadar dengan semua penjelasan yang ada didalamnya… ini isinya :

Dalam Al-Quran ayat QS Al-Najm [53]:43-48
43. ….Dialah yang menjadikan orang tertawa dan MENANGIS
44. ….Dialah yang mematikan dan meng-HIDUP-kan
45. ….Dialah yang menciptakan laki2 dan PEREMPUAN
48. ….Dialah yang memberi kekayaan dan KECUKUPAN

Hampir semua jawabanku bahkan mungkin kita semua dari pertanyaan 1-3 benar, namun pada pertanyaan ke-4 umumnya tidak cocok, jawaban versi Qur’an bukan KEMISKINAN tapi KECUKUPAN…. Allahuakbar :)

Baru kutersadar dengan semua ini sesungguhnya Rabbi hanya memberi kekayaan dan kecukupan….dan yang mencipatakan kemiskinan dan merasa kurang mampu adalah diri kita sendiri. Ya…meski sadar kuakui bisa jadi itu karena ketidak adilan ekonomi, bisa juga karena rasa miskin itu kita bangun dalam pikiran kita sendiri. Sesungguhnya Rabbi telah meng-fasilitasi semua mahluk dengan rasa cukup selain kekayaan yang Dia beri, namun kadang kita sendiri sebagai mahluk terlalu malas untuk meraih lebih keras lagi, atau mungkin tebal tertutup oleh keegoisan kita, rasa kurang kita, kecilnya perasaan kita… dan lain sebagainya.

Beghhh …wake up !!! kita terlalu lama tertidur nyaman dengan kemalasan kita, rasa tidak percaya diri kita, kerdilnya semangat yang kita miliki…bahwa sesungguhnya Rabbi sudah memberi lebih dari sebatas keputus asaan dan kurangnya rasa percaya diri. U n me can find a way out !!! more…wake up !!!

Mulai ku tersenyum sambil tetapku bercengkramah dengan kehadiran-Nya yang terlalu dekat lebih dari sebatas urat nadi dan darah yang ada dalam tubuh ini. Mungkin memang aku seringkali gagal atau tidak memiliki kekayaan lebih dari orang2 disekitarku…tapi aku teramat bersyukur dengan kecukupan yang telah Rabbi berikan padaku. Sikap akhir yang selalu harus kita miliki….mari kita bangun rasa cukup di hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba yang selalu ingat untuk “bersyukur” dan lebih KERAS lagi berusaha.

Aku kutip tulisan sahabat disini “Ambillah pensil untuk menulis semua yang akan kita rencanakan, sedang biarkan penghapusnya cukup Rabbi yang memegangnya, karena hanya Rabbi yang tahu mana yang salah dan yang terbaik untuk kita”. Allahuakbar !!!

Adzan Isya’ udah mulai terdengar…siap2 untuk menunaikannya…sambil kubuat rencana untuk tetap menjalankan silaturahmi dengan siapapun ummat di bumi Rabbi ini. Tetap semangat n find a way out…sobat !!! :) 




Coretan kecil : Untuk aku dan sahabat
IwanS